Jumat, 09 Januari 2015

EDISI PANTAI GLAGAH

Kangen rasanya sudah lama tidak mencoret-coret blok kesayangan ini, maklumlah lagi jadi orang yang menyibukkan diri hehe. Banyak cerita-cerita yang pengen saya ceritakan disini utamanya cerita tentang liburan di minggu tenang sebelum UAS. Seperti dengan namanya liburan minggu tenang ya harus menenagkan diri, menenagkan diri dari materi kuliah yang tiap harinya di ubrek-ubrek, yang tiap harinya bkin pusing, yang tiap baca buku selalu bikin tertidur pulas as well as saya tetep enjoy menikmati masa-masa kuliah ini.
Kisah liburan ini dimulai ketika sudah mendekati akhir tahun, saya mulai mengirimkan chat kepada beberapa teman saya semasa SMK. Kita hampir tidak pernah bertemu kecuali kalau pas hari-hari libur panjang gini. Maklumlah teman-teman SMK para perantau yang sukses. Aamin. Ngesti atau yang sering disebut tety membalas chat yang ku kirim dan terjadi perbincangan mengenai kemana kita akan main. Ktep pass dan air terjun kedung kayang menjadi tujuan liburan kita. Kita mulai mencari mangsa untuk di ajak main kesana dan didpatlah 2 orang yaitu hardono dan kholiq.
Kita berangkat jam setengah sepuluhan dari rumahku, namun ketika sampai di magelang kita bertemu dengan lisa dan slamet. Mereka akan pergi ke purworejo ke pantai. Dan apa yang terjadi??? Si mas hardono malah mengajak kke pantai di purworejo,,, entahlah pantai apa yang akan di kunjungi. Setelah bernegosiasi dengan tety dan kholiq akhirnya kita setuju untuk ke pantai. Kami pun mengambil arah purworejo. Kita tak tau pantai apa yang akan kami tuju, yang penting sampai di purworejo,sesampai di purporejo kami mencari petunjuk pantai ternyata tidak ada. Kami pun mencari alun-alun purworejo dan darisanalah kami mendapat petunjuk arah kepantai. Pantai glagah itulah tujuan akhir yang akan kami tuju. Dapat diketahui pantai glagah itu berada di kulon progo sedangkan kita berada di purworejo, butuh waktu perjalanan sekitar satu jam lebih untuk bisa sampai di pantai tersebut.
Dengan dukungan navigasi otomatis alias Tanya-tanya orang, kamipun sampai pada pantai yang kami tuju yaitu disebuah pantai cangkrukan (atau apa lupa) hehe. Di Pantai tersebut terdapat muara sungai  jadi dapat dilihat bagaimana pertemuan antara air sungai dan air laut. Dapat dilihat betapa mahakarya ciptaan Allah yang sangat menakjupkan dan tiada tandingannya, air sungai yang kotor coklat dapat sedikit demi sedikit tercampur dengan air laut oleh ombak yang bersih dan terbawa sampai entah kemana.  Sampah-sampah dari sungai secara sendirinya akan menepi dan terpisah. Di pantai ini kami juga mendapai banyak pemancing sedang memancing dan mendapatkan ikan yang besar-besar. Awan diatas pantai ini sungguh luar biasa indahnya ditambah dengan pemandangan khas pantai. Sungguh keindahan mahakarya yang patut dikagumi dan disyukuri bisa menjelajah di bumi Allah yang satu ini. 

memndang keindahan... 





Nah itu dia foto foto narsis sayaaa haahaaa. (ibu-ibu lagi mejeng dipantai)
Next, setelah puas menikmati keindahan alam yang ada dan berfoto-foto narsis ria. Kitapun melanjukan perjalanan ke pantai glagah. Dipantai glagah part 1 ini sangat rame, kami tidak bisa menikmati suasana dan keindahan yang ada. Kami melihat pantai sebentar lalu membeli semangka yang harganya lumayan meuah yaitu 10 k dapat 5 biji. Murah kan ya… kami menikmati semangka tsb lalu sholat dhuhur dan membeli siomay. Pada ibu-ibu penjual siomay tersebut mas hardono bertanya, kalau pantai glagah yang ada pemecah ombanknya itu ada di sebelah mana ya  bu??? Ternyata ada di lokasi yang ber beda. Atas petunjuk ibu-ibu siomay tsb kami menuju ke pantai glagah yang ada pemecah ombaknya.. makasih ibu
Yah ternyata benar ibu-ibu tadi. Disana banyak pengunjungbpantai glagah dan ternyata banyak fasilitas permainan yang ada. Pantai glagah ang satu ini lebih cocok buat liburan keluarga bersama anak-anak. Ada permainna  bebek-bebekan,perahu mandi bola dan sebagainya. Kaita tidak menghiraukan itu, kita lngsung mencari pemecah ombak seperti yang ada di internet.  Tak lama kami berjalan dari area parkiran. Kami langsung bisa menemukan pemecah ombak yang berupa cor-coran batu yang besar-besar. Pemecah ombak ini berguna untuk memecaha ombak agar tidak sampak kedaratan dan tidak menyebabkan abrasi.
Sampai di TKP kami langsung pasang pose untuk berfoto, kkeindahan yang diciptakan Allah mememang tiada tandingannya. Ketika kita hendak pulang sekitar jam 3 an matahari berada disebelah barat dan sungguh menambah romantika keindahan lautnya. Kami sempat mengambil beberapa foto dan akhirnya kita memutuskan untuk pulang.  Allah menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia. Alam menjadi bahan renungan bagi kita agar kita selalu mengingat kepada Allah dan selalu bersyukur kepada-Nya. Bersukur saya bisa memijakkan kaki di bumi Allah ini. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari ini terutama untuk selalu bersyukur kepada Allah.

Eitsss ada yang kelupaaan, ini dia foto narsiskita edisi PANTAI GLAGAH. 


lompat tinggi :p

lagi marahan niyee :P