Jumat, 15 Agustus 2014

One Day Trip

Sepenggal kisah tentang perjalanan ke suatu tempat yaitu kota wisata DIENG, kalau tidak di tulis nanti keburu lupa, berbekal laptop pinjaman ini aku sempatkan untuk menulis kish perjalanan kita.
Sudah lama saya tidak melakukan perjalanan bersama dengan teman-teman, ya disamping sibuk dengan urusan kuliah juga saya agak malas kalau harus naik motor sendiri belu lincah juga sihh hehe. Perjalanan ini sebenarnya tidak terrencana, berawal dari ajakan mas hardono yang meninginkan untuk pergi mengunjungi suatu tempat lantas saya menyuruhnya untk mengajak teman-teman lain agar lebih rame dan akhirnya beliau mendapat 2 mangsa  yaitu  mbak uswatun (mba uus) dan satu lagi thety ( ngesti ). Saya dikabari jam setengah Sembilan pagi agar siap-siap kita aka janjian bertemu di galeh parakan, waw sekali kan. Waktu stengah ja untk siap-siap dan peralanan dari pare sampai parakan  suatu hal yang takmungkin. Akhirnya saya sampai di TKP pun pukul sepluh pagi. Taak banyak bicara kita pun langsung besalam-salaman saling bermaaf-maafan, ya mmpng masih dalam suasana lebaran. Tak berapa lama kita lllangung melanjutkan perjalanan ketempat tujuan yaitu embung kledung.
Cuaca dan suasana kala itu sedikit mendung, pemandangan di lereng gunung sindoro sumbing pun tak seindah saat cuacanya ceerah, gunung tertutup awan dan sedikit berkabut. Jalan panjang dan berliku menanti  untuk kita arungi sampai ketempat tujuan embung kledung. Mba us yang terbiasa mengendarai motor matic jalanya menjadi pelan karna mengunakan motor bebek. Mau tidak mau kita menyusuri jalan dengan pelan sambil menikmati perjalanan yang langka suasana pegunungan yang asri. Setengah perjalnan kita pun menyempatkan foto di rest area kledung.

Yah seperti itulah pemendangan di rest area kledung cukup indah kan, apalagi kalau hari sedang cerah pasti akan lebih bagus dan indah tentunya. Sepeluh menit kita rehat dan berfoto di rest area  kledung lalu melanutkan perjalanan. Saya dan mas hardono yang belum pernah ke embung kledung hanya bias ngikut ngesti dah mba us. Tapi apa daya mba us dan tety pun lupa akan jalan menuju ke embung kledung. Di jaln kita sempat beradu argument dan saling menyalahkan karena kita kebalasen tapi akhirnya kita pun berbalik arah tujuan dan memutuskan untuk turun ke wonosobo dan mencari mi ongklok mkanan khas wonosobo
Dan akhirnya  kita memarkirkan motor kta di alun-alun kota wonosobo dan kita mencari mi ongklok. Yuhuuu tak perlu waku lama kita mendapati tukang mie ongklok dan langsung memesannya. Tak sampai sepuluh menit mie ongklk yang kit pesan pun datang  dan  kita langsung menyantapnya samba lesehan di karpet merah yang telah disediakan oleh abang mie  ongklok. Sembari   kita maka mas hardono beranjak dari tempat duduknya, ntah mau kemana. Sekitar lima menitan dia pun kembali sambil membawa makanan, sate jamur dan batagor ntah untuk siapa makan itu atau memang dia yang masih lapar, maklum saja dia kan cowo porsi makannya lebih banyak. Hihi

Setelah kita mkan kita langsung melanjtkan perjalanan ke dieng. Perjlanan dari alun-alun ke dieng cukuplah jauh, lebih dekat jika kita melewari ngadirjo terus tambi. Dalam perjlanan tersebut sangatlah komplit danpenuh perjuangan. kita melewati daerah yang panas, mendung dan juga kita kehujanan di jalan. Hal yang sering kali terjadi di dieng adlah ketika daera lain hujan justru daerah dieng panas.  Hal ini saya alami untuk keduakalinya ketika main didieng
hmmm, hari liburan idhul fitri, tak kaget jika tempat wisataini ramai dan sesak. Sesampainya di dieng kita langsun menuju telaga warna, lalu menuju tempat antrian whats dan kamipun mengurungkan niat untuk masuk kedalam tempat wisata telaga warna karna tiket masuknya yang sangat mahal. 17.500 harga yang sangat mahal bukan jika dibanding dengan hari haribiasa yang cukup membayar tiket seharga Rp 3000 saja untuk bisa masuk tetmpat itu.
kami pun melanjutkan perjalanan ke kawah sikidang, jalan menuj kesanapun macet dipadati oleh kendaraan wisatawan. tiket masuk ke kawah sikidang dan komplek candi arjuna pun tidak menalami kenaikan, kita cukup membayar sepuluh ribu rupiah saja. waw subhanallah dalam hati kulafdzkan kalimat tersebut. kawah sikidang sangatlah mempesona kenindahan ciptaan Allah ini dan tidak ada yang mampu menciptakan selain Dia. tak ketinggalan saya pun mengambil fto di tempat yang indah nan mempesona itu. 


ya itula fto-fto kami biar eksis keliatan :P
setelah puas berfoto-fto ria, sebenarnya saya enggan untk meninggalkan tempat yag indah itu, namun waktu semakin sore dan terpaksa kami meniggalkan tempat itu dan menuju ke kompleks candi arjuna yang tak jauh dari lokasi itu.
di candi arjuna kami tidak berlama-lama, kami mengambil beberapa foto lalu makan cemilan yangtelah saya siapkan dari rumah. dan inilah jepretan kameramen kami mas hardono


dan setelah itu kami pulang melewati kebun teh tambi dan diguyur huja   sehingga pemandangan gnung sindoro tak begitu nampak.